Property Management
Property Management. Secara harafiyah, Property Management berarti Pengelola Properti. Properti yang dikelola bisa bermacam-macam, mulai dari sebuah lahan kosong, kos-kosan, komplek perumahan, apartemen, perkantoran, shopping center, dst. Kehadiran tim Property Management memiliki tugas utama untuk mengimplementasikan strategi yang cocok untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh pemilik property, baik target dalam hal pengelolaan propertynya supaya tetap terawat maupun meningkatkan nilai dari property tersebut.

Output Produk Meliputi :

 

Pengeluaran Rutin

 

Poin inilah yang membuat Property Management nampak seperti tukang tagih.

 

Dengan tugasnya meningkatkan income. Bagaimana cara property management bisa meningkatkan pendapatan rutin adalah dengan memastikan property tersebut berfungsi dengan baik sehingga meningkatkan harga sewa/jual dan mempercepat waktu bagi property tersebut tersewa/terjual.

 

Mengatur strategi perbaikan dan konsep perbaikan property tersebut , walaupun dalam prakter pemasarannya bisa juga bekerjasama dengan Property Agent, tetapi Property Management tetap bertanggung jawab dalam strategi kerjasamanya.

 

 
 

__________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

Reguler Expense

Pengeluaran Rutin

 

Poin inilah yang membuat Property Management nampak seperti tukang tagih. Dengan tugasnya meningkatkan income.

 

Bagaimana cara property management bisa meningkatkan pendapatan rutin adalah dengan memastikan property tersebut berfungsi dengan baik sehingga meningkatkan harga sewa/jual dan mempercepat waktu bagi property tersebut tersewa/terjual.

 

Mengatur strategi perbaikan dan konsep perbaikan property tersebut , walaupun dalam prakter pemasarannya bisa juga bekerjasama dengan Property Agent, tetapi Property Management tetap bertanggung jawab dalam strategi kerjasamanya.

 

Fungsi Management Property

Property Management  harus membuat suatu Standar Operation Procedure (SOP) yang komprehensif namun tetap aplikatif di lapangan, mudah dimengerti, sehingga properti yang dikelolanya mencapai target yang diharapkan Pemilik properti. 

Di industri Property Management, terutama untuk kelompok properti komersil seperti Shopping Center dan Perkantoran, apalagi Hotel, Guest House, Kost eksklusif, sangat rentan dengan design propertinya baik exterior maupun interior design. Di usia tertentu design harus sudah dirubah mengikuti trend mode di wilayah dimana properti itu berada. Perubahan design properti ini sejatinya juga menjadi bagian dari yang harus dipikirkan oleh property Management. 

Bagi pemilik properti, gedung yang sudah usianya mencapai 30 – 50 tahun seharusnya memang sudah di lepas karena memang sudah akan kalah bersaing di market properti di sekitarnya karena baik dari sisi design gedung propertinya maupun kualitas bangunan yang sudah menurun. Bagaimana melepasnya tentu ada berbagai macam cara, di antaranya: 

1. Menjual ke pihak lain 

2. Merubah fungsi gedung sesuai dengan demand (permintaan) 

3. Merenovasi total, atau bahkan Merobohkannya kemudian membangunnya kembali 

 

Diusia gedung yang ke 20 tahun, property Management harus sudah mulai menganalisanya untuk didiskusikan hal ini dengan pemilik properti.

Memastikan properti beroperasi dengan baik dan benar adalah jaminan kepuasan para customer yang berada di properti tersebut. Muara dari fungsi-fungsi operasional yang menjadi tanggung jawab tim property management adalah menjaga kondisi Keamanan, Ketertiban dan Keselamatan. 

Tentu saja semua operasional tersebut diatas harus didukung dengan administrasi yang tertib. Untuk area perumahan  atau gedung bertingkat 2 seluruh administrasi akan tercatat dengan rapi.baik dari segi pendapatan maupun pengeluaran. 

Untuk gedung-gedung diatas 4 lantai, minimum sistem admin dan akuntingnya  sudah harus menggunakan software property management yang terintegrasi sehingga operasional bisa menjadi lebih efisien. 

Bukan hanya masalah efisiensi, kecepatan pelayanan adalah hal yang sangat diharapkan oleh para customer. Dengan sistem yang terintegrasi keputusan bisa diambil dengan cepat sehingga delevery time pelayanan bisa lebih cepat. 

Fungsi peran ini mempunyai target untuk mencapai tingkat occupancy yang paling optimum sehingga target yang diinginkan oleh Property Owner bisa tercapai.  Walaupun biasanya untuk urusan sales mencari Penyewa atau Pembeli ruangan diserahkan kepada property agent, namun Property Manager bertanggung jawab untuk strateginya.

Sebagai investor, Property Owner sangat mengharapkan jaminan return yang ditetapkan dimuka. Sering kali Property Owner mempunyai beberapa aset properti sebagai investasi. Dengan adanya Tim Property Management maka Property Owner akan mudah memonitor setiap saat performance dari masing-masing properti yang dimiliki. 

Untuk komunikasi yang intens Property Management membuat laporan bulanan kepada Property Owner di minggu terakhir bulan berjalan. Kemudian diakhir minggu bulan berikutnya, diadakan rapat bulanan  antara Property manager dengan Property Owner. Kesempatan rapat ini biasanya digunakan oleh Property Owner untuk berkonsultasi dengan PM dalam rangka mensinergikan seluruh propertinya agar mencapai return yang paling optimal.

Property Management  sejatinya adalah oarng yang paling tahu tentang kondisi properti yang dikelolanya dan kondisi market properti di kota dimana properti tersebut berdiri. Dengan demikian, Property Manager akan menjadi orang pertama yang diajak konsultasi oleh Property Owner. Konsultasi ini bukan hanya untuk membeli properti baru tapi juga konsultasi apabila properti dimaksud akan di lepas.

Simulasi Fee

ILUSTRASI 1

Properti tersewa selama 1 tahun (12 bulan) senilai Rp. 50.000.000,-  

 

Pemilik memutuskan memakai jasa LIVING SPACE untuk maintenance dengan kontrak selama 1 tahun. Maka LIVING SPACE akan mengenakan biaya sebesar Rp.50.000.000,- x 5 % = Rp. 2.500.000,- untuk masa maintenance selama 1 tahun (12 bulan). 

ILUSTRASI 2 

Properti tersewa selama 2 tahun senilai Rp. 50.000.000,- x 2 = Rp. 100.000.000,- 

 

Pemilik memutuskan untuk memakai jasa LIVING SPACE untuk maintenance, dengan kontrak selama 1 tahun (12 bulan). Maka LIVING SPACE akan mengenakan biaya sebesar Rp.50.000.000 x 5% = Rp. 2.500.000,-  (selama 12 bulan). Apabila selanjutnya pemilik berkenan memperpanjang kontrak, maka ditahun kedua sewa akan dikenakan biaya yang sama.

Work Flow